Seberapa Pantas Kau Untuk Kutunggu
Seberapa Pantas Kau Untuk Kutunggu Seberapa Pantas Sebuah narasi personal tentang cinta, jarak, dan kekosongan yang intim Bab 1: Pagi yang Sama Jam lima pagi, Samarinda masih gelap ketika Mellysa membuka mata. Bukan alarm yang membangunkannya—tidak pernah alarm—melainkan kebiasaan tubuh yang sudah melampaui kesadaran. Enam tahun tubuhnya bangun di jam yang sama , di tempat tidur yang sama, dengan separuh kasur yang selalu rapi. Tidak ada lipatan selimut yang berantakan di sebelahnya. Tidak ada bunyi napas orang lain. Hanya suara hujan Kalimantan yang mulai turun, pelan, seperti sedang ragu-ragu. Dia berbaring sebentar, menatap kipas angin di langit-langit yang berputar malas. Putaran itu membuatnya pusing kalau dilihat terlalu lama, tapi dia tetap menatap. Ada yang menenangkan dari gerakan melingkar tanpa tujuan. Berputar-putar di tempat yang sama. Handphone bergetar di nakas. "Sudah bangun?" Ro...